Anis merah (AM) harus
diakui merupakan salah satu burung primadona. Tak mengherankan kalau burung ini
sangat banyak penggemarnya. Konon, merawat AM merupakan pekerjaan yang
melahkan. Tentunya itu berlaku untuk penghobi yang baru saja terjun ke dunia kicauan,
atau penghobi lama tetapi belum secara intens memelihara anis merah.
Padahal, menurut
sebagian penghobi yang telah lama berkutat dengan AM, burung ini cukup mudah
penanganannya. Tentu saja jika kita telah mengetahui dan memahami karakter atau
sifat dasar dari burung tersebut. Apa karakter dasar anis merah?
Berikut ini saya
sampaikan tips dari Om Ivan Smartmastering (smartmastering.com), yang semoga
bisa menjadi masukan untuk penggemar anis merah.
KARAKTER DASAR AM
1. Sensitif dan perlu waktu untuk bisa
beradaptasi terhadap perubahan fisik dan psikis. Perlakuan kasar serta perubahan ornamen pada kandang
misalnya, atau perubahan suasana lingkungan yang drastis, bisa membuat anis
merah stres.
2. Pembosan dan selalu butuh suasana
baru. Apabila berada di satu tempat
dengan waktu yang relatif lama, maka burung ini menjadi malas untuk berkicau
lagi. Cobalah secara berkala selalu memindahkan tempat gantangannya. Misalnya:
Selama ini digantang di depan rumah, kemudian digantang di samping rumah. Ini
merupakan salah satu misteri pada burung tersebut.
3. Birahi yang cenderung mudah naik. Burung anis merah sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat
membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang
berlebihan (over), penjemuran yang berlebih dan melihat burung anis merah lain,
dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
4. Sangat manja. Hampir rata-rata burung anis merah tidak akan mau bunyi dan tidak akan mau
teler apabila ia melihat orang yang sehari-hari merawatnya. Karena burung tersebut
secara psikologis telah menganggap perawat atau pemiliknya sebagai pasangan.
Aneh memang, tapi itulah kenyataannya. Biasanya pada waktu kontes atau lomba
pada burung kelas anis merah, joki yang menggantang burung dan joki lapangan
adalah orang yang tidak pernah berhubungan atau terlibat dalam perawatan harian
pada burung tersebut.
5. Mudah jinak. Karena sifat manjanya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada
perawat atau pemiliknya.
PEMILIHAN ANIS MERAH YANG BAIK
Ada beberapa hal
penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung
anis merah.
1. Berkelamin jantan, ciri-ciri burung anis merah
berjenis kelamin jantan dapat dilihat dari postur tubuh yang panjang serasi,
ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih
tegas, paruh berwarna lebih gelap, warna bulu di bawah paruh bagian bawah lebih
pudar, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.
2. Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang
berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus.
Jangan memilih bahan burung anis merah yang memiliki paruh bengkok. Posisi
lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
3. Postur badan, pilihlah bahan anis merah yang berpostur
sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan
memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
4. Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini
menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental
burung.
5. Lincah dan dan bernafsu makan besar. Ini merupakan
ciri-ciri bahan yang bermental baik.
6. Berdiri pada posisi kepala mendangak 45 derajat. Boleh
percaya boleh tidak, apabila anda mendapatkan bahan yang seperti ini, dijamin
umur 7 bulan sudah ngerol dan mulai teler.
MAKANAN YANG SESUAI UNTUK ANIS MERAH
1. Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang
yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem
metabolisme setiap burung anis merah. Voer harus selalu tersedia didalam
cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
2. Buah Segar, burung ini sangat menyukai buah Pepaya,
Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya
perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung vitamin C yang
tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Di samping itu, buah
Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme
rata-rata burung pemakan buah.
3. EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik
buat burung anis merah yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat
Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu
disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui
dengan pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.
PERAWATAN DAN STELAN HARIAN
Perawatan harian untuk
burung anis merah relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci
keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.
Berikut ini Pola
Perawatan harian dan Stelan Harian untuk burung anis merah:
1. Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30
burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan
masing-masing burung).
2. Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer,
Air Minum dan buah segar.
3. Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah
memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
4. Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai
pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung
sejenis. Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama
10 menit, lalu sangkar dikerodong.
5. Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat
dimaster dengan suara master atau burung-burung master.
6. Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali di teras,
boleh dimandikan bila perlu.
7. Berikan Jangkrik 1 ekor pada cepuk EF.
8. Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di
perdengarkan suara master selama masa istirahat sampai pagi harinya.
PENTING
1. Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x
seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
2. Pemberian Cacing diberikan 2 ekor 1x seminggu. Contoh
setiap hari Senin pagi.
3. Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format:
Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum’at dan hari Sabtu
berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
4. Berikan multivitamin yang dicampur pada air minum
seminggu sekali saja.
PENANGANAN APABILA KONDISI OVER BIRAHI
1. Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore
2. Lakukan pengembunan (jam 05.30-06.00)
3. Berikan Cacing 1 ekor 2x seminggu
4. Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya
pagi-siang dan sore
5. Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari
saja
6. Burung sebaiknya diisolasi, jangan melihat dan
mendengar suara burung anis merah lain dahulu untuk sementara waktu.
PENANGANAN APABILA KONDISINYA DROP
1. Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 3 pagi dan
3 sore
2. Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu
3. Tingkatkan porsi pemberian Cacing menjadi 2 ekor 3x
seminggu
4. Mandi dibuat 2 hari sekali saja
5. Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar
burung anis merah lain dahulu
6. Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari
PERAWATAN DAN STELAN UNTUK LOMBA
Perawatan lomba
sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada
tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang
diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba
yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.
Berikut ini Pola
Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung anis merah:
1. H-3 sebelum lomba, jangkrik bisa dinaikkan menjadi 2
ekor pagi dan 2 ekor sore.
2. H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal
30 menit saja.
3. 1 Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan
berikan Jangkrik 1 ekor saja.
4. Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan
Jangkrik 1 ekor lagi.
PENTING
Jangan memberikan Ulat
Hongkong dalam menggenjot birahi pada burung anis merah. karena dapat membuat
birahi burung tersebut menjadi sangat meningkat dan menjadi tidak stabil.
Sebaiknya, joki lapangan
adalah orang yang tidak pernah terlibat didalam perawatan harian pada burung
anis merah tersebut.
PERAWATAN DAN STELAN PASCA LOMBA
Perawatan pasca lomba
sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.
Berikut ini Pola
Perawatan dan Stelan pasca Lomba untuk burung anis merah:
1. Porsi EF dikembalikan ke stelan harian.
2. Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah
Lomba.
3. Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit
saja.
PERAWATAN DAN STELAN PADA MASA MABUNG
Mabung (moulting) atau
rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung
pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila
perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung menjadi rusak.
Pada masa mabung ini,
metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena
itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar
dari kondisi normal. Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena
akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah
ketidakseimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan
dengan hormon reproduksi.
Berikut ini Pola Perawatan masa mabung:
1. Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu
lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
2. Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30
menit/hari.
3. Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena
sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu
baru. Misalnya: stelan jangkrik dibuat 4 ekor pagi dan 4 ekor sore, Kroto 1
sendok makan setiap pagi dan Cacing 2 ekor 3x seminggu.
4. Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di
air minum 2x seminggu.
5. Perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya
sangat mudah dicerna sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung.
Disamping itu buah Pepaya banyak mengandung banyak vitamin C yang akan membantu
meningkatkan daya tahan tubuh burung.
6. Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih
banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi
variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan
tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.
Anis merah (AM) harus
diakui merupakan salah satu burung primadona. Tak mengherankan kalau burung ini
sangat banyak penggemarnya. Konon, merawat AM merupakan pekerjaan yang
melahkan. Tentunya itu berlaku untuk penghobi yang baru saja terjun ke dunia kicauan,
atau penghobi lama tetapi belum secara intens memelihara anis merah.
Padahal, menurut
sebagian penghobi yang telah lama berkutat dengan AM, burung ini cukup mudah
penanganannya. Tentu saja jika kita telah mengetahui dan memahami karakter atau
sifat dasar dari burung tersebut. Apa karakter dasar anis merah?
Berikut ini saya
sampaikan tips dari Om Ivan Smartmastering (smartmastering.com), yang semoga
bisa menjadi masukan untuk penggemar anis merah.
KARAKTER DASAR AM
1. Sensitif dan perlu waktu untuk bisa
beradaptasi terhadap perubahan fisik dan psikis. Perlakuan kasar serta perubahan ornamen pada kandang
misalnya, atau perubahan suasana lingkungan yang drastis, bisa membuat anis
merah stres.
2. Pembosan dan selalu butuh suasana
baru. Apabila berada di satu tempat
dengan waktu yang relatif lama, maka burung ini menjadi malas untuk berkicau
lagi. Cobalah secara berkala selalu memindahkan tempat gantangannya. Misalnya:
Selama ini digantang di depan rumah, kemudian digantang di samping rumah. Ini
merupakan salah satu misteri pada burung tersebut.
3. Birahi yang cenderung mudah naik. Burung anis merah sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat
membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang
berlebihan (over), penjemuran yang berlebih dan melihat burung anis merah lain,
dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
4. Sangat manja. Hampir rata-rata burung anis merah tidak akan mau bunyi dan tidak akan mau
teler apabila ia melihat orang yang sehari-hari merawatnya. Karena burung tersebut
secara psikologis telah menganggap perawat atau pemiliknya sebagai pasangan.
Aneh memang, tapi itulah kenyataannya. Biasanya pada waktu kontes atau lomba
pada burung kelas anis merah, joki yang menggantang burung dan joki lapangan
adalah orang yang tidak pernah berhubungan atau terlibat dalam perawatan harian
pada burung tersebut.
5. Mudah jinak. Karena sifat manjanya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada
perawat atau pemiliknya.
PEMILIHAN ANIS MERAH YANG BAIK
Ada beberapa hal
penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung
anis merah.
1. Berkelamin jantan, ciri-ciri burung anis merah
berjenis kelamin jantan dapat dilihat dari postur tubuh yang panjang serasi,
ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih
tegas, paruh berwarna lebih gelap, warna bulu di bawah paruh bagian bawah lebih
pudar, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.
2. Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang
berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus.
Jangan memilih bahan burung anis merah yang memiliki paruh bengkok. Posisi
lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
3. Postur badan, pilihlah bahan anis merah yang berpostur
sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan
memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
4. Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini
menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental
burung.
5. Lincah dan dan bernafsu makan besar. Ini merupakan
ciri-ciri bahan yang bermental baik.
6. Berdiri pada posisi kepala mendangak 45 derajat. Boleh
percaya boleh tidak, apabila anda mendapatkan bahan yang seperti ini, dijamin
umur 7 bulan sudah ngerol dan mulai teler.
MAKANAN YANG SESUAI UNTUK ANIS MERAH
1. Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang
yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem
metabolisme setiap burung anis merah. Voer harus selalu tersedia didalam
cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
2. Buah Segar, burung ini sangat menyukai buah Pepaya,
Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya
perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung vitamin C yang
tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Di samping itu, buah
Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme
rata-rata burung pemakan buah.
3. EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik
buat burung anis merah yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat
Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu
disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui
dengan pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.
PERAWATAN DAN STELAN HARIAN
Perawatan harian untuk
burung anis merah relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci
keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.
Berikut ini Pola
Perawatan harian dan Stelan Harian untuk burung anis merah:
1. Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30
burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan
masing-masing burung).
2. Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer,
Air Minum dan buah segar.
3. Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah
memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
4. Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai
pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung
sejenis. Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama
10 menit, lalu sangkar dikerodong.
5. Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat
dimaster dengan suara master atau burung-burung master.
6. Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali di teras,
boleh dimandikan bila perlu.
7. Berikan Jangkrik 1 ekor pada cepuk EF.
8. Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di
perdengarkan suara master selama masa istirahat sampai pagi harinya.
PENTING
1. Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x
seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
2. Pemberian Cacing diberikan 2 ekor 1x seminggu. Contoh
setiap hari Senin pagi.
3. Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format:
Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum’at dan hari Sabtu
berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
4. Berikan multivitamin yang dicampur pada air minum
seminggu sekali saja.
PENANGANAN APABILA KONDISI OVER BIRAHI
1. Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore
2. Lakukan pengembunan (jam 05.30-06.00)
3. Berikan Cacing 1 ekor 2x seminggu
4. Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya
pagi-siang dan sore
5. Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari
saja
6. Burung sebaiknya diisolasi, jangan melihat dan
mendengar suara burung anis merah lain dahulu untuk sementara waktu.
PENANGANAN APABILA KONDISINYA DROP
1. Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 3 pagi dan
3 sore
2. Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu
3. Tingkatkan porsi pemberian Cacing menjadi 2 ekor 3x
seminggu
4. Mandi dibuat 2 hari sekali saja
5. Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar
burung anis merah lain dahulu
6. Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari
PERAWATAN DAN STELAN UNTUK LOMBA
Perawatan lomba
sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada
tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang
diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba
yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.
Berikut ini Pola
Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung anis merah:
1. H-3 sebelum lomba, jangkrik bisa dinaikkan menjadi 2
ekor pagi dan 2 ekor sore.
2. H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal
30 menit saja.
3. 1 Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan
berikan Jangkrik 1 ekor saja.
4. Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan
Jangkrik 1 ekor lagi.
PENTING
Jangan memberikan Ulat
Hongkong dalam menggenjot birahi pada burung anis merah. karena dapat membuat
birahi burung tersebut menjadi sangat meningkat dan menjadi tidak stabil.
Sebaiknya, joki lapangan
adalah orang yang tidak pernah terlibat didalam perawatan harian pada burung
anis merah tersebut.
PERAWATAN DAN STELAN PASCA LOMBA
Perawatan pasca lomba
sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.
Berikut ini Pola
Perawatan dan Stelan pasca Lomba untuk burung anis merah:
1. Porsi EF dikembalikan ke stelan harian.
2. Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah
Lomba.
3. Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit
saja.
PERAWATAN DAN STELAN PADA MASA MABUNG
Mabung (moulting) atau
rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung
pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila
perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung menjadi rusak.
Pada masa mabung ini,
metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena
itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar
dari kondisi normal. Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena
akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah
ketidakseimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan
dengan hormon reproduksi.
Berikut ini Pola Perawatan masa mabung:
1. Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu
lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
2. Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30
menit/hari.
3. Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena
sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu
baru. Misalnya: stelan jangkrik dibuat 4 ekor pagi dan 4 ekor sore, Kroto 1
sendok makan setiap pagi dan Cacing 2 ekor 3x seminggu.
4. Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di
air minum 2x seminggu.
5. Perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya
sangat mudah dicerna sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung.
Disamping itu buah Pepaya banyak mengandung banyak vitamin C yang akan membantu
meningkatkan daya tahan tubuh burung.
6. Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih
banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi
variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan
tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.
Posting Komentar